Tarian Khas Maluku
Oleh ronald | 15 August 2012 00:00:00

Maluku adalah daerah yang memiliki sejarah akulturasi yang panjang. Oleh karena itu, tak mengherankan apabila tarian daerah Maluku terpengaruh oleh unsur budaya yang berasal dari luar Maluku seperti tari katreji atau polonaise, misalnya.

Tarian katreji merupakan hasil dari pencampuran budaya setempat dengan budaya Portugis dan Belanda. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan bahasa yang dipakai pada tarian tersebut. Sedangkan polonaise adalah tarian yang berasal dari Polandia. Kemungkinan besar, tari ini dibawa oleh para pedagang Eropa pada saat berdagang ke Maluku.


http://2.bp.blogspot.com

Selain itu, ada lagi tarian tradisional yang tak kalah menarik untuk disaksikan dari Maluku ini. Ada ari bambu gila, cakalele, saureka-reka, dan juga tari lenso atau tari selendang.

Tari cakalele adalah tarian yang ditarikan oleh para pemuda dan pria dewasa. Tarian ini menggambarkan suasana peperangan dan gerakannya pun menirukan gerakan orang yang sedang berperang. Para penarinya menarikan tarian ini sambil memegang parang dan salawaku, perisai tradisional Maluku.


http://haloindo.com

Bila cakalele dilakukan oleh para pria, maka sebaliknya dengan saureka-reka. Tarian ini dilakukan oleh para gadis. Alat yang digunakan dalam tarian ini adalah empat batang pelepah pohon sagu yang disusun saling bersilangan. Lalu penarinya harus melompat-lompat dengan lincah untuk menghindari jepitan pelepah batang sagu yang digerak-gerakan oleh teman-temannya sambil diiringi oleh irama musik tradisional.


http://4.bp.blogspot.com


Lain saureka-reka, lain lagi dengan tari lenso. Tarian ini biasanya dilaksanakan pada saat ada pesta besar di Maluku seperti pesta pernikahan, panen tahun baru, atau perayaan besar lainnya. Biasanya tarian ini dilakukan secara massal dan ditarikan oleh siapa saja, entah pria atau wanita. Biasanya lagi, momen ini digunakan oleh para pemuda dan pemudi untuk saling berkenalan dan mencari jodoh.


melayuonline.com

Tarian bambu gila merupakan tarian yang paling berbau mistis dari ketiga tarian yang lainnya, menurut saya, sekaligus yang paling unik. Pada zama dulu, tarian ini digunakan untuk memindahkan kapal kayu yang telah selesai dikerjakan di atas gunung ke pantai dan juga dipakai untuk memindahkan kapal yang telah kandas di laut. Namun seiring berjalannya waktu dan berubahnya zaman, tarian ini hanya menjadi sekadar hiburan.

Dalam tarian ini, bambu yang digunakan adalah bambu yang memliki panjang 10-15 meter. Sebelum dimulai, seorang dukun akan membakar kemenyan dan membacakan doa-doa agar para penari tetap selamat hingga akhir tarian. Setelah itu bambu akan terguncang-guncang perlahan-lahan dan akhirnya semakin kencang hingga 6 pria yang bertubuh besar yang memegangi bambu ini pun terbawa mengikuti arah gerakan si bambu. Seakan-akan bambu ini memiliki keinginan sendiri dan mempunyai berat yang sangat besar. Di akhir tarian, sang dukun akan membakar selembar kertas dan memakannya untuk menenangkan si bambu gila tersebut.


cuilicious.files.wordpress.com


http://media.vivanews.com


media.vivanews.com

Share